Sambutan Bupati

Puji Syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan bimbingan yang diberikan-Nya sehingga tampilan baru website pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu ini dapat terselesaikan. website ini berisikan semua informasi mengenai semua aspek yang ada di Bumi Uncak Kapuas tepatnya Kabupaten Kapuas Hulu propinsi Kalimantan Barat (West Borneo).

selengkapnya...



Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Doddy Riyadmadji mengujungi Kabupaten Kapuas Hulu, Senin 24 Januari 2018 pagi. Kedatangan Pj Gubernur dan rombongan di Bandara Pangsuma Putussibau disambut langsung oleh Bupati Kapuas Hulu, AM. Nasir, SH., jajaran Forkopimda, Wakil Ketua DPRD serta sejumlah pimpinan SKPD dilingkungan Pemda Kapuas Hulu. Pj Gubernur juga disambut dengan ritual tepung tawar, usai mengikuti ritual tersebut PJ Gubernur langsung bertolak ke Kecamatan Badau, perbatasan lini satu RI-Malaysia. Pj Gubernur Kalbar mengatakan, Kapuas Hulu merupakan daerah perbatasan kedua yang ia kunjungi. Sebelumnya ia berkunjung ke Aruk, Kabupaten Sambas. “Kita ingin menyusuri di daerah perbatasan itu seperti apa, mudah–mudahan saya datang ke Badau juga melihat perkembangan yang nyata,” ucap Pj Gubernur Kalbar.

Pj Gubernur Kalbar menegaskan, ada beberapa misi dari Presiden yang harus dijalankan oleh pihaknya, salah satu misi tersebut berkaitan dengan Perbatasan. “Pertama mewujudkan pemilihan Kepala Daerah yang sukses, kemudian Pemerintahan dapat berjalan lebih baik lagi, dan kita ingin mendorong pertumbuhan ekonomi lebih baik,”. Agar Pilkada bisa sukses nantinya, Pj Gubernur Kalbar mengharakan partisipasi politik masyarakat harus meningkat. Apalagi di Kemendagri, dirinya juga ditunjuk sebagai ketua untuk melihat partisipasi politik dalam Pilkada mendatang. “Saya ingin melihat bagaimana partisipasi politik di Kalbar khususnya dan di Indonesia pada umumnya,” kata Pj Gubernur Kalbar.

Sementara berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, Pj Gubernur Kalbar pria yang juga menjabat Kepala Badan Litbang Kemendagri ini menjelaskan, ketika rapat di istana bersama gubernur se – Indonesia, Presiden mengaku cukup bingung dengan kondisi perekonomian yang baik dan sehat seperti sekarang, namun pertumbuhan sangat kecil. “Kata Presiden dua hal yang mungkin menyebabkan perekonomian kita tidak bisa berjalan dengan baik, pertama kaitannya dengan investasi yang belum berjalan baik, karena persoalan pelayanan perizinan di Kabupaten/kota, Provinsi maupun Pusat,”. Namun untuk di Pusat, semua sudah berjalan efisen, bahkan dalam hitungan jam sudah selesai diproses. Maka di Pusat akan dibentuk Satgas, yang diketuai Sekjend, dibawahnya Sekda Provinsi dan Kabupaten/kota. “Tujuannya untuk mendorong agar pelayanan terpadu satu pintu lebih efektif. Karena Indonesia ratingnya saat ini masih 72, waktu saya menjabat Direktur Ekonomi, untuk menaikan rating tersebut cukup susah,” ucap Pj Gubernur Kalbar.

Bahkan kata Pj Gubernur Kalbar, pihaknya bekerja sudah tidak pakai jam kerja seperti yang dikeluarkan MenPAN, agar lebih ekstra, tapi tetap saja kemampuan untuk maju itu sulit. “Pak Joko Widodo dalam waktu 3 tahun sebagai Kepala Negara bisa mendorong dari 120 grade menjadi 72, bayangkan lompat 50 grade saja susah. Karena kita masih kurang dalam rangka untuk pelayanan- pelayanan itu,”. Maka dari itu, berkaitan dengan hal tersebut, pihaknya ingin datang langsung ke wilayah-wilayah pinggiran, karena Nawacita yang dikembangkan Presiden dan Wakil Presiden RI Jokowi – JK adalah membangun Indonesia dari daerah pinggiran. “Pemerintah itu hadir untuk mendorong perbaikan-perbaikan, bukan untuk membebani masyarakat ditingkat bawah,” tutup Pj Gubernur Kalbar. (Doc. Bidang SAI-DKIS)


Komentar

Belum Ada Komentar, Jadilah yg pertama.....

Tambah Komentar

Nama (required)

eMail (required)

Comment (required)

Masukkan 6 kode diatas (required)