Sambutan Bupati

Puji Syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan bimbingan yang diberikan-Nya sehingga tampilan baru website pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu ini dapat terselesaikan. website ini berisikan semua informasi mengenai semua aspek yang ada di Bumi Uncak Kapuas tepatnya Kabupaten Kapuas Hulu propinsi Kalimantan Barat (West Borneo).

selengkapnya...



Badan Perencanaan Pembanganunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kapuas Hulu bekerjasama dengan Universitas Tanjungpura Pontianak menggelar SEMINAR ANTARA di Aula BPD Putussibau, Kamis 06 September 2018 pagi. Kegiatan itu membahas Review Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPARDA) di Kapuas Hulu. Beberapa perwakilan OPD Kapuas Hulu yang terkait turut hadir pada seminar itu. Kepala Bappeda Kapuas Hulu, Abang Mohammad Nasir mengatakan, seminar tersebut bertujuan untuk menarik wisatawan, baik Nusantara atau Mancanegara. "Kami berkerjasama dengan Universitas Tanjungpura. Ada empat sampel lokasi wisata yang sudah diambil," ucap Kepala Bappeda Kapuas Hulu, saat ditemui disela seminar.

 

Sampel lokasi pertama adalah sekitaran Beluan Komplek di Kecamatan Hulu Gurung. Pada lokasi ini ada empat Desa yaitu Landau Kupang, Bekuan, Mubung dan Nanga Tepuai. "Lokasi Beluan Komplek ini ada gua oleh masyarakat setempat menyebutnya Liang Menyadi, ini ada pemandangan dan historisnya yang menarik,". Sampel kedua adalah lokasi Sarai Brunyau di Kecamatan Bunut Hulu. "Ini lokasinya ada air terjun dan dikembangkan sekitarnya tanaman kopi,". Sampel ketiga adalah danau lindung Empangau, Kecamatan Bunut Hilir. "Sebetulnya ada 23 danau lindung tapi yang diambil danau lindung Empangau, ini ada kreatifitas masyarakatnya dalam mengelola sektor perikanan, ada rutinitas panen ikan bersama," papar Kepala Bappeda Kapuas Hulu.

 

Kemudian sampel ke empat adalah pesisir danau sentarum di Desa Kedungkang di Kecamatan Batang Lupar. Ini adalah kawasan strategis Nasional. "Hanya saja untuk ke lokasi itu ada 16 km jalan yang berbatu dan masih terkendala,". Akan tetapi disana ada Dusun Tekalong yang terkenal dengan tanaman pewarna, termasuk akar tradisional. "Ini sudah ekspor dari masyarakatnya. Adalagi keunikan betang, ada juga keunikan dari bukit babi. Bukit tersebut ada view danau sentarum,". Kapuas Hulu memang masih punya banyak potensi pariwisata tapi empat lokasi jadi sampel awal. Untuk memantau aspek pendukung pariwisata itu maka semua OPD terkait dan NGO sengaja diundang dalam seminar. "Jadi OPD beri masukan, sebelum seminar akhir," tegas Kepala Bappeda Kapuas Hulu.

 

Dari sampeling ini baru keluar rencana induk di seminar akhir. Seminar akhir bisa di November. Itu hasilkan dokumen yang bisa jadi pertimbangan bagi Pemerintah Daerah. Reverensi awalnya bisa ditindak ke Perda dan Perbup,". Kedepannya pembangunan pariwisata tentu butuh keterlibatan Pemerintah, wirasawata, investor dan masyarakat. "Karena ada banyak sektor bisa dibangun," tutup Kepala Bappeda Kapuas Hulu.


Komentar

Belum Ada Komentar, Jadilah yg pertama.....

Tambah Komentar

Nama (required)

eMail (required)

Comment (required)

Masukkan 6 kode diatas (required)