Sambutan Bupati

Puji Syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan bimbingan yang diberikan-Nya sehingga tampilan baru website pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu ini dapat terselesaikan. website ini berisikan semua informasi mengenai semua aspek yang ada di Bumi Uncak Kapuas tepatnya Kabupaten Kapuas Hulu propinsi Kalimantan Barat (West Borneo).

selengkapnya...



Kabupaten Kapuas Hulu adalah salah satu perbatasan terdepan RI-Malaysia di Kalimantan Barat. Lantaran dekat dengan Malaysia, Kabupaten ujung timur Kalimanta Barat ini pun jadi sasaran pasar produk-produk ilegal, salah satunya gula rafinasi (gula kristal putih).

Wakil Ketua DPRD Kapuas Hulu, H Wan Taufikorahman, mengatakan, Pemerintah Pusat harus ambil andil untuk mengeliminasi gula rafinasi di perbatasan. Menurutnya, gula rafinasi tersebut harus ditekan dengan gula dalam Negeri. “Ketergantungan konsumsi masyarakat terhadap gula ilegal dan gula rafinasi itu, perlu juga perhatian dari Pemerintah Pusat. Masukanlah gula Indonesia yang legal dan bagus sesuai baku mutu Nasional, dengan harga yang murah,” paparnya, Minggu 06 Agustus 2017.

Dengan adanya gula murah dalam Negeri yang masuk keperbatasan, dengan sendirinya masyarakat tidak akan membeli gula ilegal atau rafinasi. Agar lebih mempersempit masuknya gula rafinasi, kata Taufik, jalan-jalan tikus diperbatasan harus ditutup. “Sebab jalan-jalan tikus itu yang mempermudah masuknya barang-barang illegal, termasuk gula rafinasi,” kata Wakil Ketua DPRD Kapuas Hulu.

Keterbatasan pengetahuan masyarakat tentang gula rafinasi membuat gula tersebut tetap diandalkan untuk konsumsi. Hal ini patut diperhatikan bersama, beri pemahaman karena gula tersebut buka untuk langsung dikonsumsi. “Gula rafinasi itu, jangankan manusia, semut saja tidak mau makannya. Resikonya seperti apa masyarakat kurang tahu, ini perlu juga diperjelas dari SKPD terkait, apabila berkunjung ke masyarakat perbatasan,” tutup Wakil Ketua DPRD Kapuas Hulu H Wan Taufikorahman.


Komentar

Tambah Komentar

Nama (required)

eMail (required)

Comment (required)

Masukkan 6 kode diatas (required)