Sambutan Bupati

Puji Syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan bimbingan yang diberikan-Nya sehingga tampilan baru website pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu ini dapat terselesaikan. website ini berisikan semua informasi mengenai semua aspek yang ada di Bumi Uncak Kapuas tepatnya Kabupaten Kapuas Hulu propinsi Kalimantan Barat (West Borneo).

selengkapnya...



Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Putussibau Kapuas Hulu mengait Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) dan salah satu Bank swasta untuk menggelar operasi katarak secara gratis untuk masyarakat prasejahtera di Kapuas Hulu. Kegiatan itu dibuka Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L. Ain Pamero, SH,  Jumat 08 September 2017. Sekitar 200an masyarakat prasejahtera mendaftar untuk ikut operasi tersebut. Mewakili Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami), Dokter spesialis mata RSUD Putussibau, dr. Mia, menuturkan, para pendaftar operasi katarak adalah hasil skrining dari 8 Kecamatan di Kapuas Hulu. "Awalnya terdata 180 pasien. Tapi ini yang ikut mungkin lebih, " ujar Dokter spesialis mata RSUD Putussibau. 

Dokter spesialis mata RSUD Putussibau, dr. Mia menuturkan, bhakti sosial kali ini menurunkan dokter dari Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) Jakarta. "Mereka datang membawa alat-alat cangih dari sana untuk operasi di Putussibau, " ujar Dokter spesialis mata RSUD Putussibau. Menurut Dokter spesialis mata RSUD Putussibau, dr. Mia,  biaya operasi katarak pada umumnya Rp 4 hingga 5 juta. Operasi itu bisa gratis di Putussibau lewat tanggungan BPJS. "Tapi kali ini semua yang datang gratis operasinya, " ujar Dokter spesialis mata RSUD Putussibau. 

Sementara itu Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L. Ain Pamero, SH, menyatakan, kegiatan bhakti sosial tersebut hal yang luar biasa. Terselenggaranya juga tidak terlepas dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kapuas Hulu,  yaitu Dinas Kesehatan dan RSUD dr. Ahmad Diponegoro Putussibau. "Ini salah satu bukti kerja nyata dua OPD (Organisasi Perangkat Daerah) ini, mereka mau berbuat," tegas Wakil Bupati Kapuas Hulu. Hal seperti ini,  kata Wakil Bupati Kapuas Hulu, perlu dilakukan karena dana daerah saat ini berkurang. Dulu 1,8 triliun turun jadi 1,6 triliun Tahun ini. Disisilain, Wakil Bupati Kapuas Hulu mengatakan, biaya operasi katarak ini Rp 4 sampai Rp 5 juta, satu mata saja. Sedangkan perserta operasi mungkin sudah 200 orang. Kalau operasi ini ditanggungan Pemda Kapuas Hulu,  bisa Rp 1 milyaran dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang terpakai. Belum lagi mendatangkan alat dan dokter. "Tapi ini bisa dilakukan lewat bhakti sosial, tanpa dana APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), " timpal Wakil Bupati Kapuas Hulu. 

Wakil Bupati Kapuas Hulu, turut menyatakan apresiasinya kepada Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) dan Bank swasta yang mendukung. Menurut Wakil Bupati Kapuas Hulu banyak lembaga dibentuk untuk bagaimana caranya mencari dana saja, kurang ke bidang sosial. "Tapi Perdami (Persatuan Dokter Mata Indonesia) itu terbalik bagaimana berupaya melayani masyarakat," tutur Wakil Bupati Kapuas Hulu. Namun,  Wakil Bupati Kapuas Hulu mengatakan,  masyarakat jangan tidak bisa mengharap giat bhakti sosial untuk mendapatkan operasi katarak gratis. Kegiatan tersebut tidak selalu ada. "Jadi saya mengharapkan nanti masyarakat gunakan BPJS, agar tetap bisa operasi katarak tanpa biaya besar,  cukup dengan bayar premi setiap bulan, " tutup Wakil Bupati Kapuas Hulu. (Doc. Bidang SAI-DKIS)


Komentar

Belum Ada Komentar, Jadilah yg pertama.....

Tambah Komentar

Nama (required)

eMail (required)

Comment (required)

Masukkan 6 kode diatas (required)