Sambutan Bupati

Puji Syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan bimbingan yang diberikan-Nya sehingga tampilan baru website pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu ini dapat terselesaikan. website ini berisikan semua informasi mengenai semua aspek yang ada di Bumi Uncak Kapuas tepatnya Kabupaten Kapuas Hulu propinsi Kalimantan Barat (West Borneo).

selengkapnya...



Petronius Santoso semakin semangat menempuh pendidikannya di SMAN 1 Embaloh Hulu. Remaja yang karib disapa Coco ini, sebelumnya mengalami kekurangan fisik karena kaki kananya telah diamputasi. Namun setelah mendapat bantuan kaki palsu dari Yayasan Saling Membantu (Sabatu) Pontianak, Petronius Santoso seperti mendapatkan kakinya kembali. Sejak selesai dibuatkan kaki palsu secara gratis dari Yayasan Sabatu beberapa bulan lalu, remaja yang berasal dari keluarga prasejahtera ini langsung menggunakannya. Petronius Santoso pun tidak lagi meloncat-loncat untuk pergi ke sekolah. “Kaki palsu itu sudah digunakan Petronius Santoso semenjak datang ke Embaloh Hulu,” kata salah satu guru SMAN 1 Embaloh Hulu, Fikri, Minggu 17 September 2017. Dari perubahan penampilan Petronius Santoso, guru SMAN 1 Embaloh Hulu, Fikri mengatakan, rekan-rekan sekelasnya turut senang. Sebab sudah banyak aktifitas sekolah yang bisa di ikuti dari sebelumnya. “Petronius Santoso semakin semangat belajarnya,” tutur guru SMAN 1 Embaloh Hulu, Fikri.

Sementara itu, Petronius Santoso menuturkan, dirinya berterimakasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga dirinya bisa mendapatkan kaki palsu, terutama Yayasan Sabatu yang telah membuatkan kaki palsu secara gratis. “Termasuk bapak ibu di dinas-dinas, abang-abang wartawan harian dan  pihak lain yang membantu pulang pergi saya ke Pontianak kemarin,” ucap Petronius Santoso. Petronius Santoso menuturkan, dirinya sudah fleksibel menggunakan kaki palsu. Hanya saja pada bagian lutut agak terasa sakit. “Tapi masih terus dilatih biar terbiasa,” tuntas Petronius Santoso. Sejak sepuluh tahun lalu Petronius Santoso selalu meloncat-loncat untuk berpergian kesana kemari. Ia mengalami kekurangan fisik, dimana bagian kaki kanannya buntung akibat amputasi di salah satu Rumah Sakit di Malaysia.

Awalnya Petronius Santoso tidak mengalami kekurangan fisik. Namun saat mengijak sekolah dasar ia ikut orang tuannya pergi ke Malaysia untuk bekerja di perusahaan kayu. Dilokasi kerja Petronius Santoso mengalami kecelakaan diamana pergelangan kaki kanannya masuk kedalam mesin pengging kayu, hingga hampir putus. Kaki Petronius Santoso sempat mendapatkan penanganan medis dari salah satu rumah sakit kecil di sekitar lokasi kerja tersebut, namun selang beberapa bulan kakinya pun membiru, dari pergelangan kaki yang luka hingga betis. Petronius Santoso kemudian dibawa lagi ke salah satu rumah sakit besar di Malaysia dan kemudian dilakukan operasi amputasi.

Meski terbatas secara fisik, Petronius Santoso tetap melanjutkan pendidikannya hingga masuk ke SMAN 1 Embaloh Hulu, pada pertengahan 2017. Melihat keadaan Petronius Santoso yang memprihatinkan Kepala Sekolah SMAN 1 Embaloh Hulu, Anisa Tumbi serta para guru berkomunikasi dengan kepala biro media massa harian di Putussibau, dan kemudian mempublikasikannya untuk medapatkan bantuan dari pihak lainnya. Bantuan kaki palsu tersebut kemudian diakomodir oleh Yayasan Sabatu di Pontianak, sementara beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kapuas Hulu membantu untuk memberangkatkan Petronius Santoso ke yayasan tersebut. Petronius Santoso kemudian mengikuti pembinaan, terapi serta proses pembuatan kaki palsu kurang lebih dua minggu. Kini kaki palsu tersebut sudah digunakan Petronius Santoso dalam kesehariannya. (Doc. Bidang SAI-DKIS)


Komentar

Belum Ada Komentar, Jadilah yg pertama.....

Tambah Komentar

Nama (required)

eMail (required)

Comment (required)

Masukkan 6 kode diatas (required)