Sambutan Bupati

Puji Syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan bimbingan yang diberikan-Nya sehingga tampilan baru website pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu ini dapat terselesaikan. website ini berisikan semua informasi mengenai semua aspek yang ada di Bumi Uncak Kapuas tepatnya Kabupaten Kapuas Hulu propinsi Kalimantan Barat (West Borneo).

selengkapnya...



Tahun ini, Kementerian Pertanian RI melalui Ditjen Tanaman Pangan memberi jatah pengelolaan lahan tanam dengan teknik Hazton ke petani Kapuas Hulu seluas 500 Hektare (Ha). Program yang didanai dari Tugas Perbantuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut deberikan kepada 37 kelompok tani dari 12 Kecamatan di Kapuas Hulu. Realisasi penerapan penanaman padi dengan teknik hazton tersebut terus dimaksimalkan Dinas Pertanian dan Pangan (Distan) Kabupaten Kapuas Hulu.

Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas Hulu,  Jasmin, menuturkan, 37 kelompok tani yang dipilih untuk penerapan Hazton sudah melalui seleksi pencocokan lokasi dan pencocokan petani. Kelompok yang terpilih memiliki lokasi dengan sistem pengairan yang baik. “Karena jatah cuma 500 Hektare, tidak semua kelompok tani bisa mendapatkannya,” tegas Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas Hulu, Rabu 20 September 2017 sore. Untuk pencapaian target tanam itu, Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas Hulu mengatakan, pihaknya telah mengadakan sosialisasi dan pelatihan penanaman padi dengan teknik hazton. Penyelenggarananya di BPP Sungai Besar kecamatan Bunut Hulu, Tanggal 19 hingga 20 September ini. “Ada 70 perserta yang merupakan kelompok tani dari 37 kelompok tersebut serta Penyuluh Pertanian Lapangan yang terkait,” ujar Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas Hulu.

Kegiatan itu dilaksanakan BPP Sungai Besar dan kerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas Hulu serta Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar. Kegiatan hanya dua hari dan para petani mendapatkan bimbingan langsung dari Anton, yang merupakan penemu teknik tanam padi pola hazton. Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas Hulu, Sunarto, menjelaskan, teknik tanam padi Hazton beda dengan teknik tanam padi konfensional. Kalau konfensional dalam satu lubang tanam hanya satu sampai dua benih sedangkan Hazton dalam satu lobang bisa sampai 25 bibit. “Bibit yang digunakan untuk Hazton itu agak tua, bibitnya sudah disemai selama sebulan,” terang Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas Hulu.

Lebih lanjut, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas Hulu menjelaskan bahwa panen padi yang ditanam dengan pola hazton lebih cepat dari pada yang ditanam dengan pola konfensional. Banyak tidaknya hasil panen tergantung dari sistem penanaman. “Peningkatkan produksi dari pola Hazton bisa lebih banyak 50 hingga 100 persen dari tanam konfensional. Teknik tanam hazton cocok untuk geografis Kapuas Hulu, hanya saja pola tanam yang dilakukan oleh petani harus sistem persawahan,” terang Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas Hulu. Menurut Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas Hulu, penanaman dengan pola Hazton ini tahan dengan hama keong emas. Keong emas biasanya memakan bibit yang muda, sementara pola hazton memakai bibit yang sudah tua, karena sudah satu bulan disemai. “Untuk kelemahan pola Hazton, adalah dari jumlah bibit yang digunakan. Kalau konfensional bibitnya cukup 25 kg per lahan, hazton perlu 100 kg,” tuntas Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas Hulu. (Doc. Bidang SAI-DKIS)


Komentar

Belum Ada Komentar, Jadilah yg pertama.....

Tambah Komentar

Nama (required)

eMail (required)

Comment (required)

Masukkan 6 kode diatas (required)