Sambutan Bupati

Puji Syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan bimbingan yang diberikan-Nya sehingga tampilan baru website pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu ini dapat terselesaikan. website ini berisikan semua informasi mengenai semua aspek yang ada di Bumi Uncak Kapuas tepatnya Kabupaten Kapuas Hulu propinsi Kalimantan Barat (West Borneo).

selengkapnya...



Direktur Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial, Ir. Atung Deddy Radiansyah mengatakan, Kabupaten Kapuas Hulu menjadi indikasi pertama di Indonesia, terkait penetapan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE).  "Ini (Kapuas Hulu) yang pertama di Indonesia yang bisa indikasi Kawasan Ekosistem Esensial. Mudah-mudahan menjadi model di Indonesia," ucap Ir. Atung Deddy Radiansyah, disela kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) penetapan Kawasan Ekosistem Esensial Koridor Orang Utan (koridor Labian-Leboyan) di Aula Bank Kalbar Putussibau, Jumat 20 Oktober 2017.

Pada acara yang melibatkan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat, Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Kapuas Hulu dan Balai Besar Taman Nasional Danau Sentarum dan Betung Kerihun (BBTNDSBK), serta salah satu Non Government Organisation (NGO) ini, Ir. Atung Deddy Radiansyah mengatakan, Kabupaten Kapuas Hulu sudah menjadi model Kabupaten konserfasi di tingkat Pusat. "Hal ini dapat mendorong prioritas program dari Pemerintah Pusat," terang Ir. Atung Deddy Radiansyah. Kawasan Ekosistem Esensial merupakan satu tambahan kegiatan untuk menyatukan kegiatan konserfasi yang belum ada pengelolaannya. Dengan adanya Kawasan Ekosistem Esensial, Ir. Atung Deddy Radiansyah berharap bukan justru menjadi beban bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu. "Kawasan Ekosistem Esensial harus ada manfaat bagi masyarakat,". Pada Peraturan Pemerintah Nomor 28 tahun 2011, ditegaskan bahwa perlindungan keanekaragaman hayati diluar kawasan konservasi harus dilakukan. "Dari aturan tersebut munculah Kawasan Ekosistem Esensial. Kawasan Ekosistem Esensial menjamin keberlangsungan keanekaragaman hayati," jelas Ir. Atung Deddy Radiansyah.

Direktur Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial, Ir. Atung Deddy Radiansyah menjelaskan pula, Kawasan Ekosistem Esensial memastikan pembangunan berkelanjutan, memberikan kepastian pengelolaan lahan dengan tetap memperhatikan konserfasi. "Konsep Kawasan Ekosistem Esensial akan diperhatikan Dunia Internasional,". Setelah ditetapkannya Kawasan Ekosistem Esensial Orang Utan ini, akan ada pertemuan lanjutan bersama semua stake holder terkait di Kabupaten Kapuas Hulu, termasuk perusahaan sawit. Kemudian ada satu rencana aksi bersama. "Sehingga satwa seperti orang utan bisa diskemakan agar tidak masuk pemukiman, mengganggu sawit. Serta tetap dilestarikan," tuntas Ir. Atung Deddy Radiansyah.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat, Marius Marcellus Tj. menuturkan koridor orang utan sudah dilakukan pengkajian oleh Non Government Organisation. Untuk koridor orang utan di Kabupaten Kapuas Hulu sudah dikaji 5 Kecamatan. "Orang utan jadi perhatian serius Nasional-Internasional. Ini perlu ditangani,". Kawasan Ekosistem Esensial di Kabupaten Kapuas Hulu ada 111 ribu lebih hektar. Kawasan Ekosistem Esensial ini masih kurang penelitian flora fauna. Adapun tamu-tamu dari luar yang banyak melakukan penelitian tersebut, namun hasilnya tidak disampaikan ke Pemerintah. "Maka apapun pengembangan hutan di Kabupaten Kapuas Hulu kedepan, pihak-pihak pelaksananya jangan sampai melewatkan Pemerintah Dareah setempat, mereka wajib tahu,". Dengan adanya Kawasan Ekosistem Esensial, Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu melalui Badan Perencanaan  Pembangunan Daerah (Bappeda) dapat bermitra dengan Non Government Organisation terkait pemanfaatan dana konserfasi, untuk mengarahkan programnya ke kegiatan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. "Kami di Provinsi sudah menghimpun Non Government Organisation dalam satu forum, dan mereka mau sejalan dengan Pemerintah. Saya mau itu juga terjadi di Kabupaten Kapuas Hulu. Sebagai orang Kapuas Hulu, saya juga mau masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu terima manfaat konserfasi itu," tegas Marius Marcellus Tj.

Kepala Bappeda Kabupaten Kapuas Hulu, AM. Nasir, S.H. menyambut baik adanya Kawasan Ekosistem Esensial. Ia berharap, Kawasan Ekosistem Esensial memberi manfaat ke masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu secara luas, sehingga masyarakat dan Pemerintah komitmen menjaga kelestarian lingkungan. "Ekosisitem flora dan fauna memang perlu dijaga di Kapuas Hulu, apalagi Kabupaten kami adalah Kabupaten konserfasi. Kami sadar untuk air saja, dari Kapuas Hulu menjadi pencadang  ke Kabupaten kota lainnya," kata AM. Nasir, S.H. (Doc. Bidang SAI-DKIS)


Komentar

Belum Ada Komentar, Jadilah yg pertama.....

Tambah Komentar

Nama (required)

eMail (required)

Comment (required)

Masukkan 6 kode diatas (required)