Sambutan Bupati

Puji Syukur dipanjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan bimbingan yang diberikan-Nya sehingga tampilan baru website pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu ini dapat terselesaikan. website ini berisikan semua informasi mengenai semua aspek yang ada di Bumi Uncak Kapuas tepatnya Kabupaten Kapuas Hulu propinsi Kalimantan Barat (West Borneo).

selengkapnya...



Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Imam Riyadi memiliki cara tersendiri untuk mendekatkan satuannya dengan masyarakat di Bumi Uncak Kapuas. Salah satu aktifitas yang dilakukannya adalah ‘Sambang Betang’ atau istilah bahasa daerah Kapuas Hulu adalah ‘Kandau’ (berkunjung) ke rumah-rumah betang. Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Imam Riyadi mengatakan, dirinya memang memprogramkan kegiatan tersebut, sehingga ia bisa secara rutin mengunjungi masyarakat di rumah-rumah betang. Menurutnya, menyambangi (Mengunjungi) rumah betang sangat efisien untuk membaur dengan masyarakat. “Kita cukup datang ke satu betang, disitu pasti sudah ada puluhan kepala keluarga yang bisa ngumpul bareng (berkumpul bersama) kita,” ungkap Kapolres Kapuas Hulu, saat ditemui media disela kegiatannya di Sekretariat Daerah Kapuas Hulu, belum lama ini.

Kapolres Kapuas Hulu menuturkan, dirinya cukup banyak tahu karakteristik masyarakat di Bumi Uncak Kapuas. Masyarakat akan menyatu apabila mereka dilakukan pendekatan. Sebab itu, Kapolres Kapuas Hulu mengatakan dirinya lebih memilih mengunjungi masyarakat dari pada dikunjungi masyarakat. “Dengan kunjungan seperti ini kami bisa mengetahui keadaan masyarakat, dan perlahan Aparat bisa memberikan pemahaman Hukum terkait kebudayaan masyarakat yang mungkin agak bertentangan dengan Hukum positif,”. Kebudayaan masyarakat memang sulit dirubah akan tetapi dirinya meyakini perlahan masyarakat akan memahami jika terus dilakukan sosialisasi. Disisi lain, Aparat tidak bisa serta merta menegakkan aturan tanpa memperdulikan aspek kemasyarakatan. “Kami juga tidak bisa saklek (terpaku) menegaskan aturan itu tanpa memperhatikan masyarakat, dengan kami mendatangi mereka kami bisa tahu apa permasalahan dan berasama-sama mencari solusinya,” jelas Kapolres Kapuas Hulu.

Dari kunjungan yang sudah dilakukannya, Kapolres Kapuas Hulu mengatakan, banyak masukan yang disampaikan masyarakat. Salah satu yang dominan disampaikan adalah terkait pembukaan ladang padi dengan cara bakar. “Dalam hal ini kami mendapatkan informasi bahwa masyarakat itu tetap membuat sekat api, dan membuka ladangnya pun secara beramai-ramai dalam keluarga. Namun kami tetap menghimbau hal tersebut harus hati-hati dan lebih baik tidak dilakukan, sebab bisa membakar kebun warga lainnya, sehingga merugikan banyak pihak,”. Lebih jauh Kapolres Kapuas Hulu mengatakan, dirinya akan mengunjungi masyarakat di 23 Kecamatan yang ada di Kapuas Hulu, bukan sekedar rumah betang saja. Hal tersebut untuk mendengarkan lebih banyak lagi permasalahan yang ada di masyarakat, sebab berbeda tempat tetap berbeda pula permasalahannya. “Tahun depan kalau bisa kami akan lanjutkan kegiatan ini,” tegas Kapolres Kapolres Kapuas Hulu. (Doc. Bidang SAI-DKIS)


Komentar

Belum Ada Komentar, Jadilah yg pertama.....

Tambah Komentar

Nama (required)

eMail (required)

Comment (required)

Masukkan 6 kode diatas (required)